スキップしてメイン コンテンツに移動

The Castle in the Pyrenees (Jostein Gaarder)

Bagaimana jika Steinn yang benar? Bahwa setelah kita mati tidak akan terjadi apa-apa?


Google picture
Takdir, atau sebuah kebetulan, mempertemukan dua orang manusia setelah terpisah lebih dari 30 tahun. Keduanya percaya ada kekuatan kosmis yang membawa mereka ke tempat yang pernah mereka datangi lebih dari tiga dekade yang lalu. Namun Steinn bersikeras bahwa kekuatan kosmis yang ia maksud berbeda dengan apa yang dipikirkan oleh Solrun.

Solrun adalah orang yang religius. Ia mendalami Kristen setelah berpisah dari Steinn di pertengahan tahun 1970an. Perpisahan mereka terjadi karena sesuatu yang mengusik jiwa mereka melalui kejadian yang mereka alami bersama. Meskipun mereka mengalaminya bersamaan, kejadian tersebut memiliki makna yang sama sekali berbeda. Solrun bersikeras bahwa ini adalah pertanda, atau firasat, yang mengarah pada hal-hal  mistis dibandingkan dengan sebuah kebetulan atau keisengan seperti yang selalu dipercaya oleh Steinn. Steinn bersikeras apa yang dialami oleh mereka berdua adalah kejadian normal yang tidak menandakan apa-apa. Meskipun ia sedikit bingung karena tidak menemukan logika.

Oleh keduanya, kejadian tersebut dipahami sebagai hal yang misterius. Satu yang mereka sepakati. Pada usia paruh 20an mereka berkendara dengan Beetle merah dan mendapati bahwa mereka baru saja menabrak seseorang hingga meninggal. Mereka memang tidak langsung turun setelah menyadari sesuatu yang aneh, namun berpikir sambil berjalan kemudian kembali ke tempat yang mereka yakini sebagai lokasi kejadian. Yang lebih misterius, mereka tidak menemukan jasad orang yang tertabrak.  Meskipun demikian mereka sangat yakin bahwa perempuan itu meninggal. Mereka mengingat wajahnya, warna bajunya, dan warna syalnya karena mereka sempat melihat perempuan itu berjalan sendiri sebelum mereka sempat berhenti sejenak. Mungkin saja itu ilusi, namun kaca mobil sebelah kanan mereka pecah dan ditemukan di lokasi kejadian. Mereka juga menemukan syal berwarna merah muda yang dikenakan oleh si perempuan.

Mereka tidak tahu tahu harus berbuat apa. Singkatnya, mereka sepakat untuk tidak membicarakan masalah ini setelah kembali ke tempat tinggal mereka di Oslo. Namun, hubungan antara keduanya semakin renggang. Solrun memutuskan untuk kembali ke rumah orangtuanya. Mereka benar-benar putus kontak, kecuali saat Solrun meminta Steinn untuk mengirimkan barang-barangnya yang tertinggal dan mmberi kabar saat mereka akan menikah dengan pasangan masing-masing.

30 tahun berlalu setelah mereka berpisah dan mereka saling melihat satu sama lain di balkon hotel yang pernah mereka datangi bersama setelah kejadian misterius. Mereka saling bertukar kabar dan hubungan mereka dilanjutkan melalui surel. Setiap hari mereka bertukar pesan mengenai rasa rindu, pikiran-pikiran mereka, dan untuk pertama dan terakhir kalinya setelah sekian lama membahas kejadian misterius yang membuat mereka terpisah. Mereka berdua masih bersikukuh dengan keyakinan masing-masing dan berhasil sedikit demi sedikit menimbulkan keraguan satu sama lain tentang Tuhan dan alam yang tercipta secara kebetulan.

Solrun mengirim pesan terakhir pada Steinn sesaat sebelum ia pergi untuk menemuinya di Bergen.  Tapi, Solrun tidak segera muncul dan Steinn terus mengirim pesan. Ia juga mencoba menelepon rumah Solrun.

Solrun telah pergi. Sesaat sebelum ia benar-benar pergi, dalam keadaan kritis di setelah tertabrak truk gandeng di jalan tol, ia bergumam: "Bagaimana jika Steinn yang benar?"


コメント

このブログの人気の投稿

Tokyo Ghoul 1 Ep. 1

Ep 1 ·          Kamishiro Rize (“si Rakus”, kriminal tingkat S-ghoul Distrik 20) ·          Toka Kirishima (“Rabbit”, ghoul Distrik 20, siswi SMA, pegawai Anteiku) ·          Yamori Jason (ghoul Distrik 13) ·          Yoriko Kosaka (sahabat manusia Toka, siswi SMA) ·          Ken Kaneki (mahasiswa) ·          Dokter Kano ·          Hideyoshi Nagachika (sahabat Ken Kaneki, mahasiswa) ·          Kazuo Yoshida (staf pusat kebugaran, 41 tahun, ghoul Distrik 20) ·          Nishiki Nishio (mahasiswa, ghoul ...

Crime and Punishment (Fyodor Dostoyevsky)

Crime and Punishment - Fyodor Dostoyevsky The youth exuberance that blossomed in his mind had brought Raskolnikov to an idea of dividing men into two categories: ordinary and extraordinary. His idea was somehow influenced by his view on how Napoleon and other men of history overstepped the law because they had the right to shed blood. Raskolnikov knew that he was an intelligent fellow and he wanted to prove that an extraordinary man like he could overcome all the obstacles to do what he deserved to do. With the setting of his unfortunate economy, he saw that the useless human being like the pawnbroker lady who tortured the poor must vanish from the earth. He began to take his idea to trial where he got his luck all the way, even after the slaughter was done. He was trembling, though, when he swung the weapon into the lady's head. But then he felt a cold shivering, a sensation that was new to him. Unfortunately, he had to shed more blood. It was of the lady's sister, wh...