スキップしてメイン コンテンツに移動

Hutan untuk Masyarakat dalam Bidang Penelitian (A Ngaloken Gintings)

Summary Artikel
"Hutan untuk Masyarakat dalam Bidang Penelitian"

oleh 
A. Ngaloken Gintings

dalam 
Gema Forests for People (Hutan untuk Kesejahteraan Masyarakat), hlm. 331 - 341.

Oktober 2004

Google picture

Hutan untuk Masyarakat ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat atas kekayaan alam yang dihasilkan hutan.

Manfaat hutan tidak dibatasi oleh keadaan hutan itu sendiri, melainkan kemampuan manusia untuk memanfaatkannya. Untuk itu, diperlukanlah penelitian yang dapat menunjang manusia untuk mengoptimalkan fungsi dan manfaat hutan. Apalagi, dalam UU 41/1999, disebutlan bahwa hutan adalah karunia dan amanah dari Tuhan YME, dikuasai negara, dan harus dimanfaatkan dan dijaga kelestariannya untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Juga terdapat semboyan "Hutan Subur Rakyat Makmur," yang muncul sejak 1970-an.

Kegiatan Penelitian
Untuk menunjang, dalam arti menemukan konsep, cara, dan best practices dalam pengelolaan dan pemanfaatan hutan, terdapat beberapa jenis penelitian, seperti: 
1. Penelitian yang berusaha untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil hutan. 
2. Penelitian tentang peningkatan ragam pemanfaatan hasil hutan. 
3. Penelitian tentang pengaruh hutan terhadap konservasi tanah, air, dan iklim mikro. 
4. Penelitian pengolahan dan perdagangan hasil hutan. 
5. Penelitian yang berusaha untuk memperbaiki keadaan lingkungan sehingga keadaan masyarakat lebih baik.

Hasil Penelitian sebagai Dasar Kebijakan
Jenis-jenis penelitian di atas telah dilaksanakan dan memiliki hasil yang cukup signifikan di berbagai tempat ketika diterapkan. Sayangnya, tidak banyak hasil penelitian yang digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan di Indonesia. Salah satu permasalahannya adalah masing-masing institusi cenderung menyalahkan satu sama lain jika terdapat ketidakberhasilan. Selain itu, apabila pelaksana tidak berhasil maka peneliti yang akan disalahkan tanpa ada tanggapan sebelumnya mengenai hasil penelitiannya. Apalagi bila terjadi distrust masyarakat terhadapat eksistensi institusi yang ada.

Penutup
Perlu diadakan pengkajian kembali apakah pengusahaan hutan yang diserahkan pada masyarakat menjadikan kondisi hutan lebih baik. Komitmen masyarakat di sini juga perlu diteguhkan dalam menerapkan hasil penelitian yang sudah ada.

コメント

このブログの人気の投稿

Tokyo Ghoul 1 Ep. 1

Ep 1 ·          Kamishiro Rize (“si Rakus”, kriminal tingkat S-ghoul Distrik 20) ·          Toka Kirishima (“Rabbit”, ghoul Distrik 20, siswi SMA, pegawai Anteiku) ·          Yamori Jason (ghoul Distrik 13) ·          Yoriko Kosaka (sahabat manusia Toka, siswi SMA) ·          Ken Kaneki (mahasiswa) ·          Dokter Kano ·          Hideyoshi Nagachika (sahabat Ken Kaneki, mahasiswa) ·          Kazuo Yoshida (staf pusat kebugaran, 41 tahun, ghoul Distrik 20) ·          Nishiki Nishio (mahasiswa, ghoul ...

The Castle in the Pyrenees (Jostein Gaarder)

Bagaimana jika Steinn yang benar? Bahwa setelah kita mati tidak akan terjadi apa-apa? Google picture Takdir, atau sebuah kebetulan, mempertemukan dua orang manusia setelah terpisah lebih dari 30 tahun. Keduanya percaya ada kekuatan kosmis yang membawa mereka ke tempat yang pernah mereka datangi lebih dari tiga dekade yang lalu. Namun Steinn bersikeras bahwa kekuatan kosmis yang ia maksud berbeda dengan apa yang dipikirkan oleh Solrun. Solrun adalah orang yang religius. Ia mendalami Kristen setelah berpisah dari Steinn di pertengahan tahun 1970an. Perpisahan mereka terjadi karena sesuatu yang mengusik jiwa mereka melalui kejadian yang mereka alami bersama. Meskipun mereka mengalaminya bersamaan, kejadian tersebut memiliki makna yang sama sekali berbeda. Solrun bersikeras bahwa ini adalah pertanda, atau firasat, yang mengarah pada hal-hal  mistis dibandingkan dengan sebuah kebetulan atau keisengan seperti yang selalu dipercaya oleh Steinn. Steinn bersikeras apa yang di...

Crime and Punishment (Fyodor Dostoyevsky)

Crime and Punishment - Fyodor Dostoyevsky The youth exuberance that blossomed in his mind had brought Raskolnikov to an idea of dividing men into two categories: ordinary and extraordinary. His idea was somehow influenced by his view on how Napoleon and other men of history overstepped the law because they had the right to shed blood. Raskolnikov knew that he was an intelligent fellow and he wanted to prove that an extraordinary man like he could overcome all the obstacles to do what he deserved to do. With the setting of his unfortunate economy, he saw that the useless human being like the pawnbroker lady who tortured the poor must vanish from the earth. He began to take his idea to trial where he got his luck all the way, even after the slaughter was done. He was trembling, though, when he swung the weapon into the lady's head. But then he felt a cold shivering, a sensation that was new to him. Unfortunately, he had to shed more blood. It was of the lady's sister, wh...